Pages

  • Blockquote

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Tampilkan postingan dengan label Spesies Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spesies Baru. Tampilkan semua postingan

Pari Harimau Dinyatakan Spesies Baru

Minggu, 15 Mei 2011 0 komentar


Pari harimau, jenis ikan pari air tawar yang berasal dari Amazon, telah lama populer sebagai ikan hias di Asia. Setelah sekian lama para ilmuwan meneliti, akhirnya jenis pari tersebut dinyatakan sebagai spesies baru.




Berdasarkan pola warna hitam-oranye pada bagian ekornya, pari harimau ini dinamai Potamotrygon tigrina. Memiliki lebar sekitar 80 cm, jenis pari ini memiliki perbedaan dengan pari lainnya karena warnanya yang mencolok dan karakteristik tulang ekornya.

"Ini adalah salah satu spesies yang paling cantik," kata Marcello de Carvalho, ahli hewan dari University of Sao Paulo, yang memimpin studi tentang pari harimau ini. Hasil studi Carvalho dipublikasikan di Jurnal Zootaxa.

Sejauh ini, ilmuwan belum bisa memprediksi alasan mengapa pari harimau memiliki warna yang mencolok. Warna dan pola unik pari harimau bisa saja sebuah peringatan bagi hewan lain walaupun sebenarnya spesies ini memiliki sedikit saja predator di alam.

"Sepertinya sulit bagi spesies ini untuk pas masuk ke mulut ikan jenis lain," ungkap Carvalho.

Ia menambahkan, pengetahuan tentang ikan ini masih minim. Pedagang yang menjual dan membiakkan pari harimau diperkirakan jauh lebih mengetahui daripada ilmuwan.

"Mengklasifikasikan secara formal adalah langkah pertama untuk memahami bagaimana cara mengelola sumber daya ikan ini," kata Carvalho.

Spesies Baru, Kadal Buta Tak Berkaki

0 komentar


Kadal buta dan tanpa kaki ditemukan di Kamboja. Kadal tersebut merupakan spesies baru.


Reptil dengan panjang 15 cm tersebut diberi nama Dibamus dalaiensis. Spesies ini untuk pertama kalinya ditemukan di negara Asia Tenggara. Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 200 spesies kadal tanpa kaki dan 50 reptil baru ditemukan di seluruh dunia dalam waktu 10 tahun terakhir.



Herpetolog (ahli ilmu reptil) Neang Thy dari Fauna & Flora International mengaku tak menyangka kalau temuannya adalah spesies baru. "Awalnya kami kira spesies yang sudah ada. Setelah diteliti, kami mendapati sesuatu yang baru," katanya.

Ahli biologi konservasi Jenny Daltry mengaku belum tahu banyak tentang spesies baru ini, juga area tempat penemuannya, yakni di Pegunungan Cardamon. "Dulu daerah ini dikuasai oleh Khmer Merah dan tertutup untuk penelitian," katanya. Area itu baru dibuka untuk penelitian pada tahun 1990-an.

Kadal tanpa kaki ini mirip ular. Hanya saja, kadal tanpa kaki ini masih memiliki ciri kadal, misalnya telinga eksternal. Spesies baru ini hidup di bawah tanah, tempat mereka tidak butuh mata atau kaki.

Para peneliti belum tahu cara navigasi kadal buta tanpa kaki ini. Mereka menduga, navigasinya didukung oleh hidung. Mereka juga diperkirakan memburu cacing tanah, semut, dan rayap.

"Spesies ini sepertinya langka," kata Daltry. "Hari ini ditemukan, tahun berikutnya mungkin sudah punah." (National Geographic TheRelLivingDeal)

Makhluk Ini Tidak Tumbuh Seumur Hidup

0 komentar


Ilmuwan menemukan makhluk yang sepanjang hidupnya tak pernah tumbuh. Makhluk yang tergolong jenis bintang laut itu ditemukan di area dalam Samudra Pasifik. Diameter dewasanya hanya beberapa milimeter serta tak memiliki lengan panjang seperti bintang laut umumnya.


Bintang laut tersebut masuk dalam genus Xylopax. Pada awalnya ilmuwan bingung untuk menempatkan makhluk ini dalam pohon taksonomi. Namun, setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa makhluk ini memiliki kekerabatan dekat dengan famili bintang laut, disebut Pterasteridae.

Daniel Janies, peneliti biologi komputasional Ohio State University, mengatakan, makhluk ini memiliki ukuran kecil, memungkinkan untuk masuk ke sudut dan celah kayu di mana banyak terdapat hasil uraian mikroba. Mereka bisa hidup seperti kutu busuk, mengambil semua nutrisi yang ada.

Menurut tim peneliti yang diketuai Janies, tubuh kecil bintang laut itu diperoleh lewat proses yang disebut progenesis. Siklus hidup bintang laut itu seperti terpotong sehingga karakteristik dewasa sama dengan karakteristik juvenile.

Hal paling mencolok yang bisa diamati adalah lengannya. Umumnya bintang laut memiliki lengan aksial serupa jeruji roda. Akan tetapi, Xylopax hanya memiliki lengan pendek yang tumbuh di sekeliling, jadi seperti bagian inti roda yang tak punya jeruji.

"Xylopax hanyalah bintang laut kecil yang memiliki tubuh dan habitat yang aneh. Begitu anehnya sehingga banyak yang tak menduga bahwa makhluk ini masuk dalam jenis bintang laut sebelum kami menguraikan gen dan pertumbuhannya," kata Janies.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Systematic Biology yang terbit 27 April 2011. Penelitian ini adalah bagian dari proyek "Tree of Life", sebuah proyek yang bertujuan mengetahui hubungan kekerabatan antarsemua makhluk hidup.

 
TheRealLivingDeal News 2 © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum