Pages

Semut

Jumat, 12 September 2008

Semut
Rentang fosil: Periode Kapur - Sekarang



Semut sedang memakan madu
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia

Filum: Artropoda

Kelas: Insekta

Ordo: Hymenoptera

Subordo: Apokrita

Superfamili: Vespoidea

Famili: Formicidae
Latreille, 1809

Sub-keluarga
Aenictogitoninae
Agroecomyrmecinae
Amblyoponinae (termasuk "Apomyrminae")
Aneuretinae
Cerapachyinae
Dolichoderinae
Ecitoninae (termasuk "Dorylinae" dan "Aenictinae")
Ectatomminae
Formicinae
Heteroponerinae
Leptanillinae
Leptanilloidinae
Myrmeciinae (termasuk "Nothomyrmeciinae")
Myrmicinae
Paraponerinae
Ponerinae
Proceratiinae
Pseudomyrmecinae

Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa tempat seperti di Islandia,Greenland dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah tesebut.[1][2] Di saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat membnetuk sekitar 15 - 20% jumlah biomassa hewan-hewan besar.[3]

Rayap, terkadang disebut semut putih, tidak memiliki hubungan yang erat dengan semut, walaupun mereka memiliki struktur sosial yang sama. Semut beludru, walaupun menyerupai semut besar, tapi mereka merupakan tawon betina yang tidak bersayap.

Daftar isi [sembunyikan]
1 Evolusi
2 Morfologi
3 Lihat pula
4 Catatan
5 Pranala luar



[sunting] Evolusi


Fosil semut di getah pohonKeluarga Formicidae adalah bagian dari ordo Hymenoptera, yang mencakup capung, lebah dan tawon. Semut adalah keturunan dari generasi tawon Vespoidea. Analisa Filogenetik mengindikasikan bahwa semut telah berevolusi dari capung vespoid pada periode Kapur sekitar 120 juta sampai 170 juta tahun yang lalu. Setelah kemunculan tumbuhan Angiosperma sekitar 100 juta tahun yang lalu, mereka menganekaragamkan pengaruh ekolofi sekitar 60 juta tahun yang lalu.[4][5][6] Beberapa fosil from dari periode Kapur adalah bentuk pertengahan dari semut dan tawon, dan ini menambahkan bukti bagi nenek moyang tawon. Seperti hewan berordo Hymenoptera lainnya, sistem genetika semut ditemukan di haplodiploidy.

Pada tahun 1966, E. O. Wilson, dkk. menemukan fosil semut dalam getah pohon (Sphecomyrma freyi) dari periode Kapur. Fosil ini terjebak di sebuah getah pohon di New Jersey dan telah berumur lebih dari 80 juta tahun. Fosil ini memberikan bukti terjelas tentang hubungan semut modern dan tawon non-sosial. Semut periode Kapur berbagi karakteristik semut modern dan tawon.[7]

Selama periode Kapur, hanya sebagian kecil spesies yang berhasil menguasai daerah benua besar Laurasia (bagian utara). Mereka pun sangat langka dengan perbandingan jumlah sekitar 1% dari jenis serangga lainnya. Semut menjadi dominan setelah radiasi adaptif pada awal Periode Tertiari. Jumlah spesies yang tersisa pada periode Kapur dan periode Ecocene, hanya 1 dari 10 genera yang punah sampai saat ini. 56% dari genera semut yang terdapat di fosil getah kayu di daerah Baltik (sejak Oligocene awal), dan sekitar 96% dari genera semut yang terdapat di fosil getah kayu di Dominika (sejak awal Miocene) masih bertahan hingga sekarang.[4]


[sunting] Morfologi


Gambar dekat memperlihatkan rahang bawah dan mata semut yang kecil.Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan by juga memiliki bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut, membentuk pinggang sempit diantara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan gaster (abdomen less the abdominal segments in the petiole). The petiole can be formed by one or two nodes (only the second, or the second and third abdominal segments can form it).

Ant bodies, like other insects, have an exoskeleton, an external covering that provides a protective casing around the body and a place to attach muscles, in contrast to the internal skeletal framework of humans and other vertebrates. Insects do not have lungs, but oxygen and other gases like carbon dioxide pass through their exoskeleton through tiny valves called spiracles. Insects also lack closed blood vessels but have a long, thin, perforated tube along the top of the body (called the "dorsal aorta") that functions like a heart in that it pumps hemolymph towards the head, thus creating some circulation of the internal fluids. Their nervous system consists of a ventral nerve cord running the length of the body, with several ganglia and branches along the way into each extremity.

The three main divisions of the ant body are the head, mesosoma and metasoma or gaster.

The head of an ant has many sensory organs. Ants, like most insects, have compound eyes with numerous tiny lenses attached together enabling them to detect movement very well. They also have three small ocelli (simple eyes) on the top of the head, which detect light levels and polarization.[8] Most ants have poor to mediocre eyesight and others are blind altogether. Some ants have exceptional vision though, including Australia's bulldog ant. Also attached are two antennae ("feelers") which are special organs that help ants detect chemicals. The antennae are used in communication, detecting pheromones released by other ants. The antennae are also used as feelers, aiding in their sensory input about what is in front of them. The head also has two strong jaws, the mandibles, used to carry food, manipulate objects, construct nests, and for defense. In some species a small pocket inside the mouth holds food for passing to other ants or their developing larvae.

The thorax of the ant is where all six legs are attached. At the end of each leg is a hooked claw that helps ants climb and hang onto things. Most queens and male ants have wings; queens shed the wings after the nuptial flight leaving visible stubs, a distinguishing feature of queens. Wingless queens (ergatoids) and males can also occur.

The metasoma (the "abdomen") of the ant houses many important internal organs, including the reproductive organs. Many species of ants have stingers used for subduing prey and defending their nests.

0 komentar:

 
TheRealLivingDeal News 2 © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum